Lompat ke konten

Mari Qurban 1447 Hijriyah Bersama Yayasan Anak Dhuafa Indonesia

Hari Raya Qurban 10-12 Dzulhijjah 1447 Hijriyah jatuh pada tanggal 27 Mei 2026. Bagu Ayah Bunda yang berniat melakukan pelaksanaan pemotongan hewan kurban Kambing ๐Ÿ Rp. 1.800.000 dapat dilakukan di Panti Asuhan.

Yayasan Anak Dhuafa Indonesia Menerima dan Menyalurkan Daging Qurban Ayah Bunda kepada Anak-Anak Yatim khususnya dan Masyarakat yang berhak menerimanya.

Hewan Qurban Sapi dan Hewan Qurban Kambing Ayah Bunda dapat dikirimkan mulai dari sekarang Kami rawat agar mendapatkan harga Hewan Qurban yang lebih terjangkau.

Daging Qurban Sapi & Daging Qurban Kambing yang Ayah Bunda berikan sangatlah bermanfaat bagi Anak-Anak Yatim, Piatu dan Dhuafa serta Masyarakat kurang mampu yang berada di lingkungan Serang Banten.

Yuukkk Ayah Bunda antarkan Hewan Qurban Sapi & Hewan Qurban Kambing Ayah Bunda dari sekarang bisa Kami rawat dengan menyiapkan rumput makanan dan minuman Hewan Qurban yang Ayah Bunda antarkan dari sekarang.

Hewan Qurban Ayah Bunda jauh lebih bermanfaat jika diberikan ke Yayasan Anak Yatim di Yayasan Anak Dhuafa Indonesia agar dapat bermanfaat bagi Anak-Anak Yatim Piatu dan Dhuafa di Yayasan Anak Dhuafa Indonesia Serang Banten.

Pada hari yang penuh berkah ini, umat Muslim diperintahkan untuk menyembelih hewan Qurban. Tindakan ini bukan hanya sekadar ritual tahunan, tetapi juga merupakan bentuk ibadah yang penuh makna. Mengapa Qurban begitu istimewa ?

Pertama, Qurban adalah wujud ketaatan kepada perintah Allah SWT. Sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qurโ€™an :
โ€œSesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alamโ€ (QS. Al-Anโ€™am: 162).

Dalam melakukan Qurban, umat Muslim meneguhkan kesetiaan mereka kepada Sang Pencipta. Perintah yang secara spesifik menunjuk Qurban terdapat dalam QS. Al-Kautsar ayat 2: โ€œMaka salatlah engkau karena Tuhanmu dan berQurbanlah.โ€

Dalam QS. Al-Hjj ayat 34: โ€œDan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (Qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya.โ€

Selain itu, Qurban juga merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama. Dalam berbagi daging Qurban kepada yang membutuhkan, kita menghidupkan nilai-nilai solidaritas dan keadilan sosial.

Rasulullah saw bersabda :

โ€œBebaskanlah tahanan, berilah makan orang yang lapar, dan jenguklah orang sakit.โ€(HR. Bukhari).

Dengan berQurban, kita tidak hanya memenuhi kebutuhan primer mereka, tetapi juga memberikan mereka rasa dihargai dan diingat. Rasulullah saw juga memberikan peringatan kepada mereka yang mampu namun enggan berQurban :

โ€œBarangsiapa mempunyai keluasan rezeki (mampu berQurban) tetapi ia tidak mau berQurban, maka janganlah ia mendekati tempat kami beribadah.โ€ (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Dalam hadits lain dari sahabat Zaid bin Arqam :

โ€œAku atau mereka bertanya: Hai Rasulullah, apakah Qurban itu ? Nabi saw menjawab: Itulah suatu sunah ayahmu Ibrahim. Mereka bertanya (lagi): Apakah yang kita peroleh dari Qurban itu? Rasulullah Saw menjawab: Di tiap-tiap bulu kita mendapat suatu kebajikan.โ€ (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Dalam esensi, Qurban adalah panggilan untuk bersatu dalam ketaatan kepada Allah dan membantu sesama manusia.
Dengan mengikuti landasan perintah Qurban dalam Al-Quran dan hadis, kita tidak hanya menunaikan kewajiban agama, tetapi juga mengukir jejak kebaikan yang abadi dalam sejarah umat manusia.

Mari berQurban dengan penuh keikhlasan dan harapan, untuk meraih rida Allah SWT serta menebarkan kebaikan di sekitar kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *